24.7.17

Ingin kutuliskan

Ingin kutulis syair sedih malam ini
tentang sedih yang jadi tanya
tentang bahagia yang dianggap istimewa

Ingin kutuliskan malam ini
Kata dan sajak berjatuhan
Bersama air mata yang tak henti berlinangan

Ingin kutuliskan malam ini
Betapa sebuah tanya tentang bahagia
mengiris-iris rasa dalam dada
mengapa perlu bahagia?

Ah sulit sekali
merangkai kata, meramu aksara
untuk menjawab segala tanya

dalam tarian jemari
coba kupahat segala rasa
menjadikannya hangat saat dibaca

Ingin kutulis malam ini
adalah pilu yang ingin kusampaikan
dari masa lalu yang telah kulupakan

Ingin kutuliskan
Betapa kuingin
bersembunyi pada hujan
yang membawa angin
sembari menyisir pepohonan
membalut pandangan dalam kabut

Ingin kutuliskan.

#Day19
#30DWCJilid7
#Squad8


Tentangmu, di Toko Roti

Kerinduan...
tak akan menghilang
kan selalu kurasa
tak mampu ku menghindar...
-Sheila Majid, Kerinduan
kenangan tentangmu tiba-tiba berkelebat
ketika aku menjalani trotoar di jalan Braga ini

Hari itu kita berjalan kaki
dari sebuah hotel tua di jalan Asia Afrika
lalu kau bilang, "Di sini ada toko roti legendaris"
salah satu yang enak di Kota Bandung ini

Harum roti bercampur aroma perabotan tua begitu terasa ketika aku memasuki toko itu
kau tahu, tempat mereka memajang kue sudah tak lagi di tempat yang sama
seperti saat kita kesana

Aku kini duduk di salah satu sudutnya
segelas teh tawar hangat menemani
baru saja diantar seorang yang cukup renta
tapi sangat hangat senyumannya

Toko roti ini bukan yang pertama
ada berapa banyak lagi
tempat legendaris di kota
yang kau kenalkan padaku

barisan pepohonan di Jalan Cipaganti
juga kursi di sudut sebuah kedai cheesecake
mencatat dengan baik derai tawa dan airmata
yang terekam dalam kisah kita

embun di sudut mataku menetes ke dalam gelas
ku berharap ia tak berubah
menjadi jeram yang berarus deras
mengalirkan rindu yang kini ingin lekas kusembunyikan
dalam sepotong roti kadet dan cangkir teh ini

Tapi arus rindu ini terlalu kuat
teh ini mengingatkanku padamu

pelukan hangat yang kau berikan
di saat-saat terburuk
dalam hidupku

Seandainya kau mau duduk di sini
aku ingin menunggumu, di toko roti ini
bercerita kita tentang cita-cita
berkisah kita tentang cinta

Tapi, pendar cahaya dari mentari senja
membawaku kembali pada hari itu
hari terakhir kita berjumpa

Aku duduk di depanmu
sambil menahan air mataku

kau tahu betapa aku rindu
ingin memelukmu
namun kau yang didepanku
hanyalah jasad kaku

dan kau yang di depanku kini
di toko roti ini
hanyalah bayang yang sebentar lagi
menghilang bersama angin

lalu, kemanakah akan kubawa
rasa rindu yang tak sempat berlabuh ini? 

-teruntuk bu Ade, my best friend and sister.

#day18
#30DWCJilid7
#Squad8

22.7.17

Rahasia Bahagia

Pernah menonton film animasi "Trolls" berkisah tentang kaum Trolls yang diburu para Bergan? Trolls diburu karena Bergan meyakini bahwa hanya dengan memakan Trolls mereka akan bahagia. Saya ga akan cerita kelanjutannya ya. Nanti malah menjadi spoiler, hehe. Film itu membawa pesan tentang kebahagiaan. Bahwa sesungguhnya setiap dari kita pun menginginkan kebahagiaan. 

Pernah ada suatu masa, saya meyakini bahwa bahagia adalah ketika saya tahu tujuan hidup saya. Dan selama saya tidak menemukannya, ada sesuatu yang salah. Saya tidak bahagia. Bahkan sempat merasakan emotionless. Sempat pula menanyakan, apa sebenarnya bahagia? Saya merasakan bahwa tujuan hidup manusia sudah disebutkan dalam Al Qur'an. Mengapa pula saya masih merasa tidak bahagia?

Dari sebuah training dan sebuah terapi, saya menyadari bahwa bahagia adalah pilihan. Loh kok gitu? Perasaan kan tidak selalu bisa kita kendalikan? Bagaimana mungkin memilih perasaan bahagia? Perasaan memang tidak selalu bisa dikendalikan. Namun kita bisa memilih cara pandang, sikap dan tindakan kita pada sesuatu hal. Yang mana itu semua akan mempengaruhi perasaan kita. Coba lihat gambar di bawah ini.

Sumber Gambar: Pinterest

Saat saya merasa bahwa saya harusnya punya tujuan dalam hidup, saya pun tidak 100% bertindak menemukan tujuan itu. Malah menghakimi dan membenci diri sendiri. Padahal, saya punya pilihan. Menghargai hal-hal yang saya miliki, mau mensyukuri apapun yang sudah Allah berikan. Seperti gambar di atas. Atas terjadinya sesuatu atau kondisi yang tak menyenangkan yang saya alami saya bisa memilih sikap. Untuk menyesal, terus menangisinya, lalu semakin lama membenci diri. Atau justru melihatnya dari sisi lain. Bahwa hal tak menyenangkan terjadi sebagai pembelajaran. Bisa jadi ada berkah tersembunyi di baliknya. 
Ah, saya jadi teringat sebuah hadist:
Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya (HR Muslim)"
Jadi, apa rahasia bahagia? Rahasianya ada dalam diri masing-masing. Karena rasa bahagia adalah pilihan.

#myFabulous30
#30DWCJilid7
#Day17
#Squad8

21.7.17

Perjalanan Menuju Senja

Aku bertolak sejak fajar
saat mentari masih sedang berhias
sebelum keluar bersemu merah

sudah lama rasanya
namun aku tak tahu
masih jauhkah Senja?
di manakah aku berada?

Sang Surya semakin garang
seperti memendam gusar
dalam terik sinarnya

Kudekap erat bekalku
masih kulangkahkan kaki
bersama peluh yang jatuh
tapi tak sempat menjejak pasir
terbawa angin di gurun ini

ini jalan paling melelahkan
rasanya tulangku sudah tak sanggup
menopang seluruh beban di tubuh
ingin rasanya ku biarkan ia runtuh

rasanya kakiku melepuh
menapak di jalan penuh bara api ini
pun tak kuasa aku berlari menjauh

hanya akan membuat
luka yang menganga terlalu lama

adakah yang ingin segera membawaku pergi?
secepatnya melewati jalan memedihkan ini?


kulihat sekeliling jalanku
sama saja sepertiku
berjalan dengan tubuh lusuh
dengan kaki tanpa alas dan penuh luka

aku tersungkur
menatap langit
yang sedang berhias terik matahari
padaNya ku berseru lirih


Duhai yang Maha Mencipta
bisakah Engkau singkirkan semua pedih ini
ku pinta padaMu
Wahai yang Maha Mengasihi
ku ingin jalan bertabur bunga
seharum melati
bukan jalan ini

tak henti ku hembuskan doa-doa bersama angin
sembari berjalan tertatih menahan luka

hanya kemudian aku terdiam
melihat darah jatuh berguguran
dari luka tubuhku
membawa semua kebusukan
yang telah kusimpan dalam-dalam

Tuhan, biarkan aku
sampai pada Senja
membawa kebaikan saja
di seluruh tubuhku.

#Day16
#30DWCJilid7
#Squad8




20.7.17

Just Give up!

Dalam hidup, sejatinya ada banyak hal yang membuat kita ingin menyerah. Menyerah karena tidak sanggup melakukan setumpuk pekerjaan yang seperti tiada habisnya. Belum lagi tekanan dari berbagai pihak, entah dari keluarga, pekerjaan, atau kegiatan lain di luar itu. 

Dua hari terakhir ini saya melihat beberapa orang dari tim mengundurkan diri. Untuk berbagai alasan dan mungkin pertimbangan. Tapi sejujurnya ini membuat saya sedih. Karena, masa perjuangan kami hanya tinggal delapan hari lagi. Melihat orang-orang satu per satu mengundurkan diri, ingin rasanya saya katakan pada mereka betapa saya pun ingin menyerah saja. Bahwa saya pun memiliki kesibukan lainnya. 

Namun, bukankah saya sudah berjanji akan komit. Sisi lain dari diri saya berteriak dan mendorong diri saya untuk bertahan. Saya tahu bahwa suatu saat nanti saya akan menyesal karena menyerah hari ini. Berkali-kali saya mengatakan kalimat-kalimat ini pada diri:
"Sebentar lagi, satu hari lagi."
"Lihat nanti apa yang akan terjadi, jika kamu tidak menyerah. Nothing to lose, here."
"Mau sampai kapan begini? Kalau tidak tuntas sekarang, kapan lagi?"
"Aku sudah melewati banyak hal dan melewatkan puluhan hari untuk berjuang. Hanya untuk menyerah di hari-hari terakhir?"
"Yes you can. Yes you will, Ti. Remember, why are you here, in this team?"
Setelah mengatakan semua kalimat di atas, saya biasanya kembali bersemangat. Mencari semua jalan yang mungkin, menyelesaikan satu per satu tugas dan hambatan yang saya hadapi. Kewajiban yang rasanya mustahil dan akan sangat melelahkan bila dikerjakan.

Saya bukanlah orang yang punya kemampuan bertahan dalam hal-hal rumit dan rintangan. Saya masih belajar untuk itu. Saya pernah merasakan menang atas diri, tidak mengikuti keinginan sendiri untuk menyerah. Dan rasanya luar biasa. Suatu perasaan menang yang selalu membuat saya ketagihan. Setiap lelah dan ingin menyerah, saya kembali mengingat alasan saya berada dalam tim. My strong why. Kemudian menghipnotis diri dengan kalimat- kalimat yang menjadi mantra penyemangat, 

I will not give up. Hanya beberapa hari lagi. Sebentar lagi. Ada banyak hal yang bisa terjadi di hari kedelapan nanti.

Just Give Up thinking about give up!



#myFabulous30
#Day15
#30DWCJilid5
#sQUAD8