Kesabaran

Sabar itu tidak ada batasnya.
Itu yang pernah dikatakan oleh mentor saya. Sampai sekarang, saya mengingat betul kata - kata ini. Saya kira, saya punya kesabaran yang banyak. Rupanya, kejadian dalam seminggu ini membuat saya mempertanyakan kembali  'apakah saya sudah termasuk orang yang sabar?'.

Seperti hari ini, saya sedang bekerja menyelesaikan laporan dan beberapa kertas kerja yang harus selesai hari ini juga. Malam ini Nisfu Sya'ban, saya ingin sekali bisa menikmatinya di masjid, sambil mengaji. tapi kenapa pekerjaan ini membuat saya memutuskan untuk tidak ke mesjid. Pilihan yang sulit and really made me upset. Dan perasaan gusar saya itu semakin bertambah ketika saya yang sedang menggantikan asisten kakak saya menjaga kantin, bertemu dengan pelanggan yang super duper sombong dan menyebalkan.
Orang ini sukses membuyarkan fokus saya dan membuat saya yang sedang panik ini ingin marah - marah dengan dia. Kalau bukan karena saya memikirkan bahwa dia konsumen yang perlu diberikan pelayanan yang baik, saya bisa saja sudah bertengkar dengan dia. Tapi saya memutuskan diam, dan menahan diri.
Itu lebih baik bukan. Gantinya, saya marah - marah di dapur. Haha. Tapi, benar. Saya begitu mempertanyakan kesabaran saya. Apa saya sabar?

Hmm, mari mencoba sabar dan lebih bijak menyikapi semua hal. Itu yang saya pelajari hari ini. Lagipula malam ini adalah malam nisfu Say'ban, pertanda 2 minggu menjelang Bulan Suci Ramadhan.


salam hangat, Tiech. 
Share:

No comments: