15.3.13

Keputusan dan Perubahan

Perubahan tidak selalu menyenangkan. Meninggalkan zona nyaman yang tidak sepenuhnya nyaman juga bukan hal mudah. Pada awalnya, saya mengira jangan - jangan ini keputusan yang keliru. Tapi, bukankah saya sudah berdoa memohon petunjukNya lalu dengan mantap melangkahkan kaki dari sini? Lagipula keputusan ini adalah demi kebahagian orang - orang tersayang. Jadi, saya yakin ini keputusan yang terbaik.

Hari ini saya kembali ke tempat yang sempat saya rindukan tepat sehari sesudah meninggalkannya. Saya bertemu dengan semua orang. Disambut dengan gembira dan tawa. Sepulangnya dari sana, saya sepenuhnya sadar keputusan ini tidak keliru. Allah SWT sedang menyelamatkan saya dari fikir, perilaku, mata dan hati saya sendiri dari suatu kondisi. Kondisi dimana saya bisa hilang kendali karena terlampau menyukai seorang lelaki. Kondisi yang saya sebut drama.

Apa salahnya menyukai orang lain/ lelaki? Mungkin begitu pikiran banyak orang. Buat saya, itu masalah kalau status kami berdua tidak jelas. Terlebih kalau sampai orang ini menyita hidup saya tanpa dia menyukai saya. Saya bisa kehilangan kendali karena rasa suka dan saya benci itu. Saya memilih menjauh, dan membiarkan Tuhan memilihkan yang lain, lalu membiarkan saya jatuh bebas menyukai dan mencintai orang itu. 

Saya, hanya ingin menghindar dari drama. My time is too precious for another drama.
bagi yang hatinya belum jelas, menahan rasa itu menyiksa | namun bila belum pantas, katakan rasa hanya menambah sengsara (Felix Siauw)

Sumber Gambar: www.sodahead.com

 Tiech. 

0 comments: