Sambil Mengasuh, Sambil Belajar Parenting

Keponakan Tersayang: Batita, Balita, Anak - anak dan ABG (lengkap ya, hehe)
Sudah hampir sebulan saya bolak - balik Pontianak - Sambas. Berhubung saya belum bekerja lagi selama sebulan ini, maka hari - hari saya tidak pernah bisa lepas dari anak - anak ini. Saya, yang terbiasa hidup sendiri dan menghabiskan waktu di kantor, kini hampir 24 jam bersama anak - anak. Menghadapi masing - masing anak dengan perbedaan usia mereka, butuh strategi dan pendekatan berbeda tentunya. Pada minggu - minggu pertama, menghadapi keenam bocah ini bikin saya sakit kepala dan tak sempat memikirkan apapun. Yang ABG luar biasa manja dan keras kepalanya, agak malas belajar juga dan kurang termotivasi sekolah, yang lagi TK susahhh sekali makan sampai sudah seperti bunga layu badannya. Yang masih bayi juga lagi aktif - aktifnya, lari kesana kemari tapi seringnya nabrak dinding, kejepit pintu atau kepeleset. Yang 3 tahun egonya tinggi sekali dan juga senang memukul, meninju dan bikin adek - adeknya menangis. Adiknya juga tidak kalah bikin pusing, sudah mulai meniru perilaku memukul, mencubit dan melempar barang seperti yang dilakukan sang Abang. -__-'

Kondisi rumah saya: Bapak dan Ibu sakit, tidak ada asisten rumah tangga, tidak ada pengasuh anak - anak kecuali si bayi yang khusus punya baby sitter sendiri, dan kakak - kakak yang sibuk bekerja hingga sore. Pekerjaan rumah tangga dikerjakan bersama dengan kakak saya. Tapi soal pengasuhan? Itu sudah sejak satu dekade lalu, menjadi tugas mutlak saya ketika kakak saya tidak bisa mengasuh anaknya sendiri. Pontianak atau Sambas? Hampir sama, bikin stress dan potensial darah tinggi dua - duanya. Gelar Tante yang tidak pernah marah (yang pernah diberikan oleh kakak saya) kini sudah luntur, akibat hampir tiap hari saya marah - marah.:D

Sadar kalau marah - marah setiap hari bukan solusi tepat menghadapi anak - anak, juga tidak baik untuk perkembangan psikologi mereka membuat saya banyak membaca materi - materi terkait parenting. Lumayan lah membantu, selain psikologi, materi parenting biasanya juga ada yang menyangkut masalah kesehatan. Saya saja baru 'ngeh' kalau gejala demam yang diderita keponakan saya adalah Flu Singapura setelah baca salah satu artikel di parenting.co.id. Sekarang, tinggal prakteknya besok hari, menghadapi kebiasaan memukul, melempar dan meninju para balita dirumah. Semoga saya berhasil, tidak marah - marah besok, hehe.

Salam hangat dari Tiech yang sedang berbakti menjadi Tante Baik Hati


Share:

No comments: