5.6.13

Mengawali Tahun di Karimun Jawa (Bagian 2 - habis)

HARI 3 First Trip on First Day of the Year - Pantai Ujunggelam dan Penangkaran Hiu Pulau Menjangan Besar


Hari 1 Meninggalkan Pulau Karimun menuju Pantai Ujunggelam bersama Rombongan, menemukan kawan - kawan baru :)

1 Januari 2013, masih hujan, berawan dan berangin namun katanya masih aman untuk wisata. Pagi hari berkenalan dengan rombongan lain yang satu penginapan dan rupanya satu paket tour dengan saya dan Lili'. Mbak - mbak yang menjadi kawan baru kami, membuat 3 hari liburan ini menjadi lebih berwarna dan seru. Juga yang akhirnya membuat terwujudnya foto - foto perjalanan ini, hehehe. Hal yang paling menggembirakan saya dari perjalanan pertama ini adalah proses perjalanannya itu sendiri, berlayar dengan kapal kecil, terhempas ombak, sejauh mata memandang hanya laut dan langit. Pemandangan hijau, biru, putih, ah perjalanan kapal yang paling menyenangkan adalah bila saya bisa sambil melamun, hehe. 
Hari pertama perjalanan kami dimulai dengan berlayar menuju 2 spot untuk snorkeling.  Ini snorkeling pertama saya, padahal ga bisa renang hehe. Untungnya saya tidak sendiri, banyak mba - mba dan mas - mas yang tidak tahu berenang dan baru pertama kali snorkeling. Saya tidak norak - norak amat lah, :D. Setelah teriak sana - sini, ga lepas pegangan dari Lili dan ga mau jauh - jauh dari kapal, yippie! saya ber-snorkel riaa :). Tips snorkeling bagi pemula ala saya nanti ya, di postingan berikutnya :)). Setelah snorkeling di 2 spot yang saya ga tau namanya *hehe*, rombongan kami menuju Ujunggelam dan menikmati makan siang disana. Sambil menunggu ikan dibakar, enaknya menyusuri pantai dan foto - foto dengan segala macam pose. Dari Ujunggelam, lanjut lagi ke spot snorkeling berikutnya *lagi -lagi saya ga tau namanya, heu ga inpormatip banget sih ya*. Disini saya sempat turun buat snorkeling lagi, tapi kacamatanya tidak nyaman, lautnya agak dalam (sebelumnya 3 m, yang ini 8 m) dan arusnya lebih deras dari spot sebelumnya. Daripada dibawa arus dan capek ganti - ganti alat, saya nyerah dan akhirnya naik kapal menjadi penonton. Perhentian terakhir dalam perjalanan kami di hari pertama ini adalah tempat penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar. Sayang sekali tidak ada foto kami selama disana bersama hiu - hiu dan beberapa penyu, soalnya lagi sibuk antri ke toilet dan sholat *alesan, padahal takut hiu*. Hari pertama selesai dengan oleh - oleh berupa kulit saya terbakar matahari, cihh percuma pake sanblok. Malamnya, aktivitas bebas, garing sih, tapi kami berlima tidak pernah kehabisan topik bercandaan. Salah satunya tagline "emangnya kenapa?". 

HARI 4 Pulau Gosong dan Pulau Tengah


Dari kiri ke kanan searah jarum jam: Pulau Tengah, di Kapal, Pulau Gosong dan Snorkeling
Pulau Gosong hanya berupa gundukan pasir sekitar 5 x 8 m, kapal bertambat di tengah laut, cukup jauh dari posisi pulau. Jadi harus jalan kaki ekstra dan sebaiknya menggunakan alas kaki karena cukup banyak karang dan bulu babi disana. Saya tidak henti - hentinya terpesona dengan ciptaan Allah yang satu ini, makanya saya ingat betul namanya. Menuju pulau ini sebaiknya saat air laut masih surut *yaiyalah, kalo pas pasang pulaunya ga keliatan*. Saat kembali, kapal saya sudah agak menjauh ke arah laut yang agak dalam, alhasil saya berjalan terseok - seok kesana, melawan arus dan sandal plastik yang terus menerus lepas. Saran saya buat yang bertubuh mungil (baca: pendek), jangan lepas life vest, pake alas kaki yang nempel (sepatu sendal atau sandal gunung misalnya), dan jangan berjalan sendiri (usahakan ada tempat berpegang yang lebih tinggi dari kita). 
Selesai di Pulau Gosong kami lanjut snorkeling, foto - foto dan makan siang di Pulau Tengah. Resolusi saya begitu menjejakkan kaki di Pulau Tengah adalah: BELI GORENGAN! Hahaha. Tapi apa daya, lagi banyak orang dan gorengan pun habis. Tapi, resolusi harus diwujudkan. Saya akhirnya nekad ke dapur, nunggu ibu yang lagi goreng bakwan dan tahu. Begitu matang, langsung masuk keranjang, bayar dan ngacir lagi ke rombongan dengan sekeranjang gorengan. Eh, kok malah cerita tentang gorengan yak? Hehe. Pulau Tengah ini, indah banget. Lautnya hijau kebiruan, pasirnya putih dengan deretan pohon kelapa yang teratur. Sayangnya, kami tidak banyak mengeksplor pulau ini, malah leyeh - leyeh di bawah pohon kelapa dan makan saja. Habis makan siang, meluncur dan snorkeling lagi. Hari ini saya cukup puas snorkeling, tapi sungguh saya heran, selama 2 hari snorkeling saya tidak bertemu ikan - ikan cuma lihat karang, bulu babi dan bintang laut. Padahal kata teman saya satu rombongan, sempat ada sekumpulan ikan - ikan kecil lewat. "Heu, ikan, kenapa kau tidak mau bertemu denganku? Maafkan aku yang suka memakanmu, tapi  kalo kamu lucu, mana tega aku makan." *ngedarama sama ikan.

HARI 5 Kembali ke Jepara dan Perjalanan 

Ya, saatnya pulang! Alhamdulillah, kali ini Kapal Ferry tepat waktu, kami berangkat pukul 8.00 pagi dan tiba di Jepara sekitar pukul 12 siang. Saya dan Lili sebetulnya masih punya rencana liburan ke Semarang. Mba Marsini, Mba Sri dan Mba Antie, kawan perjalanan kami juga sepakat ikut jalan - jalan di Semarang. Yipiie! akhirnya kami berlima extend paket tournya ke Semarang dengan tourguidenya mas Peppy (bukan nama sebenarnya tapi  karna mirip Peppy hihi). Tadinya saya ingin menginap di Semarang dan kembali ke Bandung keesokan harinya. Tapi, Bapak mendadak masuk RS dan saya ingin segera pulang, penerbangan saya ke Pontianak sudah di pesan untuk besok pagi. Jadi hari itu kami semua ke Semarang dan beli tiket KA ke Jakarta. Tentu saja jalan - jalan dulu di Semarang, makan Tahu Gimbal di depan SMAN 1 Semarang (sekolahnya Lili dulu) dan beli oleh - oleh. Saya menyempatkan diri ke Masjid Agung Kota Semarang dan Mal Ciputra. Tapi, jalan - jalan dengan perasaan yang tidak menentu (karena ingin cepat pulang) itu tidak enak. Saya berjanji akan datang ke Semarang lagi dan ke daerah lainnya di Jawa Tengah. Menikmati kota, alam dan makanannya. Sekalipun liburan kali ini ditutup dengan berita duka, tapi perjalanan awal tahun ini menjadi kenangan paling manis yang setidaknya bisa saya pamerkan pada keponakan - keponakan saya *ih, dasar tante tukang pamer!

Atas dari kiri ke kanan searah jarum jam: Pulau Tengah, Makan Siang di Ujunggelam, dan Perlengkapan Liburan
Bawah: Foto - foto di Pulau Gosong, Pulau Tengah,  Penginapan dan Pelabuhan



Salam Liburan, Tiech

4.6.13

Mengawali Tahun di Karimun Jawa (Bagian 1)

Apa? Cerita Liburan awal tahun? Ya, memang cerita ini sudah kaladuarsa (atau kadaluarsa ya?), ah jelas sudah basi banget. Sudah lewat momennya, saya pun sudah tidak begitu ingat dengan detail cerita liburan awal tahun ini di Karimun Jawa, itinerary perjalanan juga udah pada hilang semua, foto - foto yang diambil pun tidak ada yang menarik. Lebih banyak foto yang jauh lebih bagus jika Anda cari di gugel. Jangan berharap tulisan ini memenuhi informasi yang Anda butuhkan untuk berlibur di Karimun Jawa *lah terus ngapain bikin tulisan cerita liburan ga mutu? hahaha. Sekedar pamer poto sekalian bagi pengalaman sedikit bagi yang belum pernah liburan, atau cupu lah soal liburan di laut kayak saya ;p.

Kami menggunakan paket tour, biar lebih terjadwal. Sebelum berangkat liburan, saya dan Lili rajin sekali browsing info - info Karimun Jawa, tips packing, tips snorkeling, tips berbusana bagi muslimah dan tips - tips liburan lainnya. Boleh dibilang, perjalanan kami terencana dengan cukup matang, kecuali soal pilihan waktu. Haha. 

HARI 1 - 2 Bandung ke Jepara

Hari itu, tertanggal 29 Desember 2012, berangkatlah saya dengan sahabat saya Lili menuju Jepara dengan bis malam Keramat Djati. Perjalanan kami menuju pool bis ini sungguh dramatis gara - gara terlambat berangkat dari kos. Sudah pukul 17.15, kami masih jauh dari pool bis dan Kota Bandung macet dimana - mana saudara - saudara! Akhirnya memutuskan naik ojek, minta Bapak Ojek untuk ngebut, bayangkanlah scene dimana wajah kami yang cemas diterpa angin, jilbab kami berkibar - kibar dan ditangan kanan kiri membawa bungkusan dan dipunggung memanggul ransel (maap scene ini tidak ada fotonya ;p). Singkat cerita, setelah sampai di pool yang mana ternyata si bis terlambat, kami berangkat tepat pukul 18.30 menuju Jepara. Kayaknya saya ga perlu lah cerita kalau ber-perjalanan di bis semalaman itu adalah kegiatan yang paling saya cari. Nostalgia cerita cinta pertama, hehehe. Berada di bis membuat saya melankolis, ditambah turun hujan pula. Karena suasana ini lah, saya pun mendongeng kepada Lili, mau tidak mau dia harus mendengarkan saya bernostalgia dengan bis. Saya yakin dia sedang mengantuk, karena tidak lama, kami lalu tertidur setelah dongeng cerita cinta pertama saya. *oke ini udah kepanjangan, kan tadinya ga mau cerita yah. hahaha
Kedatangan kami di Jepara sekitar pukul 8 disambut dengan hujan yang cukup bikin basah kuyup. Perhentian terakhir bis adalah terminal, dimana posisinya tidak jauh dengan pelabuhan menuju Karimun Jawa, naik becak saja dari terminal, 15 menit kemudian...tada! tibalah di pelabuhan. Berhubung keberangkatan kami ke Pulau Karimun Jawa adalah besok pagi, kami menginap di salah satu penginapan murah di depan Pantai Kartini Jepara yang masih dalam satu kompleks dengan pelabuhan. Tidak mau menyia-nyiakan waktu di Jepara, saya dan Lili jalan - jalan mengitari Pantai Kartini: beli es krim, naik mobil - mobilan (kayak bocah*kata lili), belanja suvenir, ke penyu raksasa dan sepedahan. Sayangnya, tempat duduk - duduk di pinggir pantai itu kotor sekali. Sampah, genangan air bekas hujan dan bau - bau semerbak membuat saya tidak bisa menikmati langit dan laut sepenuhnya. 

HARI 2 Terombang - ambing di Laut Jawa


Pagi itu saya melihat matahari terbit diiringi hujan gerimis, kabarnya perjalanan ke Karimun Jawa beberapa hari terakhir diiringi hujan  dan angin. Kabarnya lagi, kapal Ferry yang akan kami tumpangi terlambat gara- gara hujan kemarin. Oke, ini sudah di antisipasi *siapa suruh liburan ke laut di Bulan Desember, tuh rasain! Setelah menunggu kapal Ferry di pelabuhan yang membuat saya bisa menghabiskan setengah isi buku bacaan, pukul 11.00 akhirnya kami berangkat. Yeay! Sesuai jadwal, seharusnya sekitar pukul 15.00 alias pukul 3 sore, kami akan tiba di pulau Karimun Jawa. Lihatlah wajah excited saya dan Lili sesaat sebelum Kapal Ferry kami berangkat, wajah yang akan menjadi suram 9 jam kemudian. Satu jam sudah di laut, dan saya sudah tidur! Obat anti mabok itu benar - benar manjur! Saya sudah tidak peduli dengan hujan dan biasnya yang mengenai muka saya, saya masih tidur hingga akhirnya hujan diikuti angin dan ombak yang besar. Saya, sambil terkantuk - kantuk akhirnya pindah ke dalam dan melanjutkan tidur disana - sementara hujan masih turun, ombak semakin besar dan suara *huek huek* semakin ramai terdengar. Alhamdulilaah, saya masih bisa tidur *dasar kebo.  Sudah pukul 5 sore,  belum terlihat tanda - tanda daratan, saya mulai lapar dan haus sementara Lili' sedang berusaha tidur diantara nyanyian *huek huek*. Kami berdua tahu apa yang sedang terjadi: cuaca buruk dan tidak ada yang bisa memperkirakan kapan kami akan mencapai daratan. Kata mas - mas petugas Ferry: mbak ngapain liburan ke mari Bulan begini, cuaca buruk mba! Catat: jangan lagi liburan  ke laut Bulan Desember! Akhirnya, setelah 9 jam terombang - ambing di Laut Jawa, tepat 31 Desember 2012 pukul 20.00, kami tiba di Pulau Karimun Jawa dengan selamat tapi kelaparan, tanpa mabuk laut, thanks to Antimoh. Saking lelahnya, setiba di penginapan langsung makan, sholat dan tidur(lagi). "Jam 11 kita ke lapangan ya li, liat tahun baruan", kata saya. Lili pasang alarm, lalu tepat pukul 11 kami terbangun, bukan karena alarm tapi karena bunyi kembang api. Saya lelah sekali, Lili pun tampak begitu. Saya lalu bilang "udah ah biarin aja, kembang api dimana - mana juga sama", lalu tidur kembali hingga besok pagi. :)


****bersambung