Mengawali Tahun di Karimun Jawa (Bagian 1)

Apa? Cerita Liburan awal tahun? Ya, memang cerita ini sudah kaladuarsa (atau kadaluarsa ya?), ah jelas sudah basi banget. Sudah lewat momennya, saya pun sudah tidak begitu ingat dengan detail cerita liburan awal tahun ini di Karimun Jawa, itinerary perjalanan juga udah pada hilang semua, foto - foto yang diambil pun tidak ada yang menarik. Lebih banyak foto yang jauh lebih bagus jika Anda cari di gugel. Jangan berharap tulisan ini memenuhi informasi yang Anda butuhkan untuk berlibur di Karimun Jawa *lah terus ngapain bikin tulisan cerita liburan ga mutu? hahaha. Sekedar pamer poto sekalian bagi pengalaman sedikit bagi yang belum pernah liburan, atau cupu lah soal liburan di laut kayak saya ;p.

Kami menggunakan paket tour, biar lebih terjadwal. Sebelum berangkat liburan, saya dan Lili rajin sekali browsing info - info Karimun Jawa, tips packing, tips snorkeling, tips berbusana bagi muslimah dan tips - tips liburan lainnya. Boleh dibilang, perjalanan kami terencana dengan cukup matang, kecuali soal pilihan waktu. Haha. 

HARI 1 - 2 Bandung ke Jepara

Hari itu, tertanggal 29 Desember 2012, berangkatlah saya dengan sahabat saya Lili menuju Jepara dengan bis malam Keramat Djati. Perjalanan kami menuju pool bis ini sungguh dramatis gara - gara terlambat berangkat dari kos. Sudah pukul 17.15, kami masih jauh dari pool bis dan Kota Bandung macet dimana - mana saudara - saudara! Akhirnya memutuskan naik ojek, minta Bapak Ojek untuk ngebut, bayangkanlah scene dimana wajah kami yang cemas diterpa angin, jilbab kami berkibar - kibar dan ditangan kanan kiri membawa bungkusan dan dipunggung memanggul ransel (maap scene ini tidak ada fotonya ;p). Singkat cerita, setelah sampai di pool yang mana ternyata si bis terlambat, kami berangkat tepat pukul 18.30 menuju Jepara. Kayaknya saya ga perlu lah cerita kalau ber-perjalanan di bis semalaman itu adalah kegiatan yang paling saya cari. Nostalgia cerita cinta pertama, hehehe. Berada di bis membuat saya melankolis, ditambah turun hujan pula. Karena suasana ini lah, saya pun mendongeng kepada Lili, mau tidak mau dia harus mendengarkan saya bernostalgia dengan bis. Saya yakin dia sedang mengantuk, karena tidak lama, kami lalu tertidur setelah dongeng cerita cinta pertama saya. *oke ini udah kepanjangan, kan tadinya ga mau cerita yah. hahaha
Kedatangan kami di Jepara sekitar pukul 8 disambut dengan hujan yang cukup bikin basah kuyup. Perhentian terakhir bis adalah terminal, dimana posisinya tidak jauh dengan pelabuhan menuju Karimun Jawa, naik becak saja dari terminal, 15 menit kemudian...tada! tibalah di pelabuhan. Berhubung keberangkatan kami ke Pulau Karimun Jawa adalah besok pagi, kami menginap di salah satu penginapan murah di depan Pantai Kartini Jepara yang masih dalam satu kompleks dengan pelabuhan. Tidak mau menyia-nyiakan waktu di Jepara, saya dan Lili jalan - jalan mengitari Pantai Kartini: beli es krim, naik mobil - mobilan (kayak bocah*kata lili), belanja suvenir, ke penyu raksasa dan sepedahan. Sayangnya, tempat duduk - duduk di pinggir pantai itu kotor sekali. Sampah, genangan air bekas hujan dan bau - bau semerbak membuat saya tidak bisa menikmati langit dan laut sepenuhnya. 

HARI 2 Terombang - ambing di Laut Jawa


Pagi itu saya melihat matahari terbit diiringi hujan gerimis, kabarnya perjalanan ke Karimun Jawa beberapa hari terakhir diiringi hujan  dan angin. Kabarnya lagi, kapal Ferry yang akan kami tumpangi terlambat gara- gara hujan kemarin. Oke, ini sudah di antisipasi *siapa suruh liburan ke laut di Bulan Desember, tuh rasain! Setelah menunggu kapal Ferry di pelabuhan yang membuat saya bisa menghabiskan setengah isi buku bacaan, pukul 11.00 akhirnya kami berangkat. Yeay! Sesuai jadwal, seharusnya sekitar pukul 15.00 alias pukul 3 sore, kami akan tiba di pulau Karimun Jawa. Lihatlah wajah excited saya dan Lili sesaat sebelum Kapal Ferry kami berangkat, wajah yang akan menjadi suram 9 jam kemudian. Satu jam sudah di laut, dan saya sudah tidur! Obat anti mabok itu benar - benar manjur! Saya sudah tidak peduli dengan hujan dan biasnya yang mengenai muka saya, saya masih tidur hingga akhirnya hujan diikuti angin dan ombak yang besar. Saya, sambil terkantuk - kantuk akhirnya pindah ke dalam dan melanjutkan tidur disana - sementara hujan masih turun, ombak semakin besar dan suara *huek huek* semakin ramai terdengar. Alhamdulilaah, saya masih bisa tidur *dasar kebo.  Sudah pukul 5 sore,  belum terlihat tanda - tanda daratan, saya mulai lapar dan haus sementara Lili' sedang berusaha tidur diantara nyanyian *huek huek*. Kami berdua tahu apa yang sedang terjadi: cuaca buruk dan tidak ada yang bisa memperkirakan kapan kami akan mencapai daratan. Kata mas - mas petugas Ferry: mbak ngapain liburan ke mari Bulan begini, cuaca buruk mba! Catat: jangan lagi liburan  ke laut Bulan Desember! Akhirnya, setelah 9 jam terombang - ambing di Laut Jawa, tepat 31 Desember 2012 pukul 20.00, kami tiba di Pulau Karimun Jawa dengan selamat tapi kelaparan, tanpa mabuk laut, thanks to Antimoh. Saking lelahnya, setiba di penginapan langsung makan, sholat dan tidur(lagi). "Jam 11 kita ke lapangan ya li, liat tahun baruan", kata saya. Lili pasang alarm, lalu tepat pukul 11 kami terbangun, bukan karena alarm tapi karena bunyi kembang api. Saya lelah sekali, Lili pun tampak begitu. Saya lalu bilang "udah ah biarin aja, kembang api dimana - mana juga sama", lalu tidur kembali hingga besok pagi. :)


****bersambung
Share:

No comments: