Terlalu Lama Sendiri - Cerita Lajang #2

"Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Pagi ke malam hari tak pernah terlintas di hati
Bahkan di saat sendiri aku tak pernah merasa sepi
Sampai akhirnya ku sadari aku tak bisa terus begini
Aku harus berusaha tapi mulai dari mana"

- Kunto Aji - Terlalu Lama Sendiri -

Ahh! kenapa lirik lagu ini bahkan setiap katanya persis sekali kondisiku. Yakin, banyak yang merasa hal yang sama. Tapi tahukah kalian duhai yang lajang. Terlalu lama sendiri juga hidup di rumah sendirian itu pun mesti diimbangi. Dengan apa? Dengan menciptakan ruang bagi orang lain campur tangan dalam hidup kita. Entah itu dengan memiliki pet, memilih tinggal bersama kawan, orang tua atau menjadi sukarelawan yang mengurus kepentingan orang banyak seperti kegiatan bersama anak - anak, lansia dan banyak hal. Intinya melakukan banyak kegiatan yang mengesampingkan kepentingan diri.

Saya sadar betul akan hal ini. Karena setelah hampir 9 tahun merantau, lalu kembali ke rumah dimana 'ruang pribadi' saya sudah tidak ada, sempat membuat saya frustasi. Terlalu lama sendiri membuat kita memiliki ruang sendiri, yang hanya ada kita tanpa campur tangan orang lain. Ketika suatu saat kita akan hidup bersama orang lain, butuh waktu penyesuaian untuk menerima orang lain hadir dalam ruang yang biasa kita 'kuasai' sendiri. Kadang masa adaptasi ini membuat emosi tidak stabil, hal - hal kecil bisa menjadi masalah. Hal kecil seperti cara menyimpan kunci, cara memencet odol, menyimpan handuk dan lainnya bisa menjadi 'sumber konflik',



Tapi, terlalu lama sendiri ini membuat saya kadang ingin segera mengakhiri masa lajang dan tidak lagi menulis cerita - cerita lajang di blog ini. Hehehe. Rasanya saya sudah mempersiapkan diri dengan baik, sudah berupaya mengupgrade diri. Waktunya akan tiba, and i am sure. Jadi, saatnya menikmati kesendirian dengan melakukan lebih banyak hal positif.




-Tiech-

Share: