Kesibukan: Pengingat dari Seorang Kawan

Jalan Tuhan, tak selalu mudah, tapi itu pasti yang terbaik. Miliki iman, dan Dia akan menunjukkan padamu, apa yang harus dilakukan. – unknown
Sebuah kutipan yang diambil seorang kawan dari sebuah akun jejaring sosial mengingatkanku pada makna bergerak. Makna yang sungguh mudah teralihkan dan tidak kupahami dengan baik. Yang semestinya membuatku kuat menghadapi apapun yang diberikan Tuhan di jalan. Bahwa sesungguhnya semua yang kulakukan, hanya demi Rabb semesta alam.  

Sungguh, memaknai niat beraktivitas memang mudah dilakukan. Namun, menjaganya agar tidak tergerus dengan arus kesibukan, itulah yang menjadi tantangan. Seringkali, aku baru menyadari, bahwa aku bergerak dengan niat yang tidak lurus. Ingin berharga di mata manusia, bukan karena ingin istimewa di hadapan Tuhan.

Kalau sudah begitu, segala kesibukan menjadi duri dalam badan. Energi mendekati batas tiada, terseok – seok hendak menuju tujuan. Keluh, kesah, gundah, dan gelisah pun semakin akrab dengan jiwa. Bukan Tuhan yang tiada ingin membantu. Namun aku yang jumawa melangkah. Menganggap diri kuat dan bisa. Lupa bahwa hakikatnya, tiada daya dan upaya melainkan apa yang diberikan oleh-Nya. 

Ah, terima kasih kawan, sudah membagikan kutipan itu. Kau pasti tidak tahu, itu membuatku merenungi kesibukan hidup yang kujalani. Mempertanyakan lagi, sudahkah aku bergerak di jalan Ilahi?

Salam hangat, Tiech

#30dayswritingchallenge
#30DWCJilid5
#day4
#squad 1
#nonfiksi
Share:

No comments: