11.5.17

Pernahkah merasa, bahwa kehidupan pada dasarnya adalah kesendirian? Bagiku seperti sendiri, di tengah keramaian. Ada banyak orang lalu lalang di sekitarmu. Beberapa singgah dan menemanimu, untuk kemudian pergi lagi. Pada akhirnya pun aku akan pergi sendiri, masuk dalam liang lahat sendiri, dan mempertanggungjawabkan semua yang kumiliki di dunia ini sendirian.

Tapi sendiri tak bermakna tak perduli. Sadar bahwa pada akhirnya semua orang dalam hidup ini akan pergi, tapi juga pahami bahwa aku bisa berkontribusi bagi hidupnya. Aku bertanggung jawab pada diriku sendiri, tapi aku pun berkontribusi pada kehidupan orang lain. Dengan peduliku, juga dengan acuhku. Jadi, mengapa memilih mengabaikan orang, bila aku bisa memilih untuk peduli dan membuat perubahan? Hari ini aku belajar ketulusan. Tulus mendengar, tulus memberi jawaban, menghargai siapa pun yang menghampiri, tanpa ada pengharapan akan diberi.

Tiap detik kehidupan yang kupunya saat ini, pun mungkin tengah didambakan orang-orang di alam penantian hari akhir. Di dalam kubur yang sempit, dingin, dan gelap. Beberapa orang yang menyesal, tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Lalu, apakah aku masih punya alasan, berdiam di tengah kerumunan, tidak melakukan apapun untuk kehidupan? Berhura-hura, malas bergerak dan tak hendak melangkah dari kenyamanan. Sementara waktuku kian tipis, perjalanan di dunia, mendekati titik akhir. Titik dimana semua upaya tak akan berarti lagi. Apa yang sudah kupersiapkan untuk bekal kehidupan yang sejati kelak? 


#30DWCJilid5
#Day30
#Squad1

miscellaneous . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates