19.7.17


Mari kita membuka hati
agar jujur saja
turuti kata nurani
Mari....
kita membuka hati 
agar jujur saja
tak mungkin hadapi hidup....
tanpa cinta
- Sheila Majid-Jujur

Hari ini saya mempunyai tugas menghubungi beberapa orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Untuk menindaklanjuti sesi berbagi sebuah training di salah satu kampus di Jakarta. Jujur saja, meskipun ini bukan yang pertama kalinya tetap saja perasaan cemas itu ada. Takut bila ditolak, bila dianggap aneh atau mengganggu, atau bahkan tidak direspon sama sekali. 

"Ah, kenapa mesti takut. Pada dasarnya bukan saya lah yang ditanggapi. Tapi lembaga yang mewadahi saya. Lagipula saya mendekati manusia." Begitu pikir saya pagi tadi. Saya mencoba mengondisikan diri. Meyakinkan diri bahwa saya melakukan ini bukan untuk saya, tapi sepenuhnya untuk orang yang dihubungi. Mungkin dia ingin mengembangkan diri dan mengenal dirinya dengan lebih baik. Mungkin dia adalah satu diantara banyak orang yang membutuhkan training ini. Saya mencoba 'terhubung' dengan lawan bicara. Meskipun terpisah jarak, saya yakin, yang datang dari hati akan sampai ke hati pula. Ternyata ini efektif. Saya merasakan bahwa orang yang saya hubungi tidak menutup dirinya. Welcome dengan kehadiran saya. 

Beberapa orang belum merespon teks yang saya kirim. Tapi ya sudahlah. Awalnya saya merasa belum maksimal hari ini. Sedikit kecewa pada diri sendiri. Namun seorang kawan di grup, mengapresiasi dengan cara yang membuat saya sadar kembali. "Hargai effort yang kalian berikan. Beneran HARGAI diri kalian," begitu kalimat darinya. Mata saya berkaca-kaca. Sadar bahwa saya hampir saja membuat diri tak berharga. Saya menepuk-nepuk diri. Sambil mengatakan ini: "Terima kasih ya. Sudah melakukan banyak hal hari ini." 

Bukankah hari ini pun saya membuka hati? Datang dan hadir di hadapan orang lain dengan tulus. Tidak membawa target dan pikiran apa pun di kepala. Hanya sekedar ingin terhubung. 

Bukankah saya yang hari ini pun, mulai bergerak dan berubah karena seseorang datang pada saya dengan tulus? Mengatakan semua hal yang ia rasakan tentang saya. Mendorong saya untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebaik-baik manusia. Dan itu semua dimulai dari rasa cinta, yang membuat saya merasa didengar dan diapresiasi keberadaannya.

Hari ini saya belajar lagi tentang sisi diri saya yang lain. Bahwa sebetulnya, I really love seeing myself growing! And seeing others grows too. Melihat orang lain tumbuh, berkembang dan melesat kehidupannya. Dengan menjadi diri saya yang hadir untuknya. Menerima dia dengan segala sisi efektif dan tidak dari dirinya. 

Semua dimulai dari sini. Kejujuran, ketulusan, dan cinta.




#MyFabulous30
#Day14
#30DWCJilid7
#Squad8

miscellaneous . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates