Perjalanan Menuju Senja

Aku bertolak sejak fajar
saat mentari masih sedang berhias
sebelum keluar bersemu merah

sudah lama rasanya
namun aku tak tahu
masih jauhkah Senja?
di manakah aku berada?

Sang Surya semakin garang
seperti memendam gusar
dalam terik sinarnya

Kudekap erat bekalku
masih kulangkahkan kaki
bersama peluh yang jatuh
tapi tak sempat menjejak pasir
terbawa angin di gurun ini

ini jalan paling melelahkan
rasanya tulangku sudah tak sanggup
menopang seluruh beban di tubuh
ingin rasanya ku biarkan ia runtuh

rasanya kakiku melepuh
menapak di jalan penuh bara api ini
pun tak kuasa aku berlari menjauh

hanya akan membuat
luka yang menganga terlalu lama

adakah yang ingin segera membawaku pergi?
secepatnya melewati jalan memedihkan ini?


kulihat sekeliling jalanku
sama saja sepertiku
berjalan dengan tubuh lusuh
dengan kaki tanpa alas dan penuh luka

aku tersungkur
menatap langit
yang sedang berhias terik matahari
padaNya ku berseru lirih


Duhai yang Maha Mencipta
bisakah Engkau singkirkan semua pedih ini
ku pinta padaMu
Wahai yang Maha Mengasihi
ku ingin jalan bertabur bunga
seharum melati
bukan jalan ini

tak henti ku hembuskan doa-doa bersama angin
sembari berjalan tertatih menahan luka

hanya kemudian aku terdiam
melihat darah jatuh berguguran
dari luka tubuhku
membawa semua kebusukan
yang telah kusimpan dalam-dalam

Tuhan, biarkan aku
sampai pada Senja
membawa kebaikan saja
di seluruh tubuhku.

#Day16
#30DWCJilid7
#Squad8



Share:

1 comment: