9.3.13

Gadis Jeruk: Sederhana Namun Kaya Makna

Tidak Sengaja, Sprei Kamar Tidur Berwarna Orange
Ini adalah cerita tentang sebuah buku yang saya dapet minjem, boleh disebut resensi meskipun jauh dari kaidah - kaidah menulis resensi yang baik :)
Seharusnya saya bisa baca ini sejak tahun lalu, sejak kawan baik saya tertarik pada buku ini. Tapi dengan kekuatan bulan akhirnya kemarin saya sukses menyelesaikan membacanya dalam waktu kurang dari 24 jam! Cukup menunjukkan betapa saya menyukai cerita buku ini. Oh, buku yang saya baca adalah versi terjemahan Indonesia Gold Edition (Tahun 2011) terbitan Mizan dengan 252 halaman.

Buku ini ditulis oleh Jostein Gaarder, penulis yang kini tinggal di Norwegia dan juga menulis buku Best Seller Dunia Sophie. Katanya 'Dunia Sophie' ini  berbau - bau filosofis, kalau memang begitu maka tidak mengherankan kalau cerita Gadis Jeruk ini sangat sarat makna. Saya belum bisa berkomentar tentang Dunia Sophie karena buku ini masih masuk kategori to read, alias belum dibaca :).

Mari kembali ke Gadis Jeruk. Novel ini menuturkan kisah dari seorang anak laki - laki berusia 15 tahun bernama Georg yang pada suatu hari mendapatkan surat dari ayahnya yang sudah lama meninggal. Surat ini bercerita tentang masa lalu sang Ayah yang bertemu dengan seorang Gadis yang selalu membawa jeruk kemanapun dia pergi. Gadis ini, tatapannya, tingkah lakunya, jeruk yang selalu dibawanya itu bahkan keberadaaanya misterius bagi Sang Ayah. Upayanya menemukan keberadaan si gadis Jeruk membawanya hingga ke Spanyol, tempat tumbuh jeruk - jeruk itu. Tapi surat sang Ayah tidak hanya sebatas cerita tentang Gadis Jeruk ini. Kisah Gadis Jeruk sesungguhnya hanya pengantar,  yang membuat Sang Ayah lalu memikirkan teleskop, menimbulkan tanya tentang hidup dan pilihan, tentang dunia sekarang dan dunia setelah kematian. Semua hal yang sangat mungkin dipikirkan oleh seorang pesakitan yang sedang menanti ajal. Saya kira, Sang Ayah tidak hanya membawa masa mudanya dalam surat ini, namun juga sedang 'curhat' pada anaknya.

Kisah pencarian Gadis Jeruk saja bukan hal biasa bagi saya, detail tentang lingkungan sekitar, pakaian , tatapan mata, senyum dan gestur Gadis Jeruk yang dipaparkan oleh penulis sukses membuat saya merasa sedang berjalan mengikuti pencarian ini dan meyakini ada sesuatu dibalik semua misteri tentangnya. Dalam surat itu diceritakan isi pikiran Sang Ayah yang sangat menarik bagi saya, tidak hanya karena pilihan kata yang membuat pembaca bebas menginterpretasikan makna kata - kata tersebut, namun juga merenungi makna kehidupan. Seperti kalimat pada halaman 182:
"Dongeng hebat apakah yang sedang kita jalani dalam hidup ini, dan yang masing - masing dari kita hanya boleh mengalaminya untuk waktu yang sangat singkat? Mungkin teleskop ruang angkasa akan membantu kita untuk mengerti lebih banyak tentang hakikat dongeng ini suatu hari. Barangkali di luar sana, dibalik galaksi - galaksi, terdapat jawaban apa sebenarnya manusia itu" 
 Atau seperti kalimat pada halaman 210: 
"Akankah aku memilih untuk hidup di bumi setelah mengetahui dengan pasti bahwa aku akan tiba- tiba dicabut dari sana, dan barangkali di tengah - tengah kebahagiaan yang memabukkan? Atau, akankah aku, bahkan pada tahap yang paling awak, dengan hormat menolak untuk ikut dalam permainan ini? Kita datang ke dunia ini hanya sekali. Kita masuk ke dalam dongeng besar ini hanya untuk melihat ceritanya berakhir!

Diantara kita mungkin akan berhenti sebentar dan merenungi pertanyaan Sang Ayah ini, namun ada pula yang telah memiliki jawaban yang mantap akan ini semua. Apapun itu, saya rasa buku ini tidak sekedar menuturkan kisah perjalanan batin Georg selama membaca surat ayahnya atau kisah cinta sejati dan tak terbatasnya kasih sayang keluarga. Buku ini menyentil, mencoba mengusik dan mengulik pemaknaan sejati akan kehidupan. Begitu menurut saya.

Oh iya, Gadis Jeruk ini juga telah di buat versi filmnya dengan plot cerita yang sedikit berbeda dari novelnya. Hanya saja, saya tidak terlalu merekomendasikan filmnya. Terlalu banyak pesan, emosi dan nilai - nilai baik dalam cerita Gadis Jeruk yang hilang dalam film ini sehingga membuatnya terkesan sebagai kisah cinta biasa Atau mungkin memang itu sasaran film ini? Entahlah, yang jelas bagi saya film ini telah kehilangan makna Kisah Gadis Jeruk sebenarnya.



Semoga tulisan suka - suka hati saya ini bermanfaat. Selamat membaca!

Yang Lagi Suka Baca Tulis, Tiech



0 comments: