19.4.17

Dialog


Hai, Hati
Apa bahagia sedang bersamamu?

Hai, Akal
Tidak. Aku sendiri.

lihatlah gadis ini
senyumnya merekah indah
apa sebabnya, hati?

jatuh cinta kah?

Tidak mungkin, akal!
Karena aku baik - baik saja
tak sibuk dalam rollercoaster rasa

pun tak ada kata - kata puitis
yang membuatku melankolis
Lalu mengapa gadis ini tersenyum sempurna?
Aku tak memerintahkannya

Kau yakin dia sedang tak jatuh cinta, hati?

aku yakin ini bukan jatuh cinta

sejak kapan kau bisa berlogika, hati?
logika itu milikku


Mungkin kali ini, kau bisa menjelaskannya, Akal?
Bukankah tadi kau sedang membuatnya mengingat lelaki itu?


Aku?
Mata baru saja memberiku informasi
sebuah pesan dari sang lelaki
tidak istimewa, hanya tentangnya yang berhasil menjadi juara
dari perlawanan atas dirinya sendiri
lagipula tak ada yang bisa disukai darinya


Bukan lelaki penyayang
bukan yang menggenggam tangan gadis itu di jalan
bukan yang menghangatkanmu
bukankah kau selalu menggigil duhai hati?
Tak ada satu pun yang bisa jadi alasan
untuk jatuh cinta pada lelaki itu

Tidak, Akal
Lelaki itu kadang membuatku hangat
membuatku memintamu memerintah tangan
untuk menggengam jemarinya
membuatku memintamu memerintah telinga
mendengar dengan seksama
membuatku rela berlelah - lelah
agar lelaki itu bahagia

Tapi, tak ada bunga - bunga
Tak ada romantisme dalam hujan
biarpun gadis itu berjalan berdua dengannya
debar jantung terdengar biasa


tak ada luapan rindu, luka, dan bahagia
yang bercampur baur dalam rasa

Mana mungkin itu cinta.

#30dayswritingchallenge
#tentanghati
#30dwcjilid5
#fiksi
#day9
#squad1

0 comments: