15.4.17

Refleksi tentang Masalah

Seringkali ada kejadian serupa yang kita alami dalam hidup, kejadian menyenangkan, juga rintangan yang menantang dan melelahkan. Kadang saya bertanya-tanya, kenapa hidup rasanya seperti lingkaran? Terus berputar, bahkan bisa saja melewati jalan yang sama. Sungguh melelahkan rasanya. 

Hidup tak pernah lepas dari masalah. Belum juga selesai satu, biasanya muncul masalah lain.  Awalnya saya merasa bisa mengatasi semua masalah dan rintangan yang saya hadapi. Tapi rupanya, kondisi jatuh kemudian bangkit, kemudian jatuh lagi, begitu seterusnya, membuat saya lelah. Lalu mulai menyalahkan diri sendiri. "Mengapa saya tidak bisa berubah? Mengapa selalu mengulang salah yang sama?" 

Masalah yang dianggap sebagai rintangan hidup, bila tak dikelola dengan baik akan membahayakan diri sendiri. Menimbulkan energi negatif yang melemahkan semangat diri. Setiap kali masalah datang, saat itu pula kita akan berpotensi lemah.

Hari ini saya sadar. Well, people don't change.  Maksud saya, ada bagian dari diri kita yang mendasar yang tidak berubah. Sifat buruk itu tetap ada. Akan ada bahkan hingga nanti. Lalu bagaimana? 

Alihkan lah fokus itu. Daripada merutuki diri yang tidak henti-hentinya berbuat salah dan lemah. Baiknya fokus pada hal- hal yang berbeda yang akan dilakukan untuk mendapat hasil yang beda. Berinovasi setiap kali masalah datang. Entah itu masalah yang sama maupun berbeda. Bila sebelumnya kita melakukan A tapi tidak berhasil, informasi itu jadi feedback buat diri kita, bahwa melakukan A tidak efektif. Kemudian, cari dan pikirkan cara baru yang efektif. Bila perlu diskusikan dengan teman. Tapi hati-hati, jangan sampai terpleset pada curhat yang melebih-lebihkan. Membuat drama. Fokus pada solusi yang ingin diraih. Karena bila kita bisa melihat itu dengan jelas. Kita akan tahu, perlu melakukan apa untuk mengatasinya.

#30dayswritingchallenge
#30DWCJilid5
#squad1
#nonfiksi
#day5

2 comments:

ayubadra 02 said...

lalu beraksi. inovasi/solusi tanpa aksi sama aja bohong <--feedback diri sendiri.

Tiech said...

Eciiiii...iyappp benar sekali. Habis itu action. Hmm, i think i need to edit this. Makasih Eci #hugs