Bukan Tentang Menanti (Fabulous 30 Bagian 3)

Sejujurnya, berada dalam fase kehidupan sebagai perempuan di usia 30 dan masih lajang bukanlah sesuatu yang menjadi kegelisahan utama dalam hidup saya. Karena sejujurnya, saya pernah melupakan usia sendiri. Kalau bukan karena seseorang yang menanyakan umur saya suatu waktu dulu, mungkin saya baru benar-benar menyadari, tahun ini usia saya masuk kepala tiga. 

Tapi, tidak benar juga rasanya kalau di usia ini saya tidak panik. Belum memutuskan pekerjaan tetap, belum punya pasangan, belum punya aset, belum merencanakan kehidupan ke depan, dan seterusnya. Pernikahan, mungkin penyumbang kepanikan terbesar. Walaupun kadang-kadang, saya malas memikirkannya. Tapi kepanikan itu menyerang lagi ketika saya melihat orang lain yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Naluri saya terpanggil. Kadang - kadang bisa jadi sumber kesedihan dan kegalauan. 

Tapi sejak tahun lalu, saya merasakan ada sesuatu yang berubah dari diri saya. Bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang bagaimana saya menghadapi kehidupan. Dari situ saya sadar, bahwa hidup di usia 30 sebagai wanita single tidak melulu soal kegalauan. Ada banyak hal yang bisa disyukuri. Ada banyak peluang yang dapat diambil. 

Bagi saya, ada 10 (sepuluh) hal baru yang saya rasakan ketika masuk usia 30an. Apa saja itu? 

1. Kesadaran merawat diri
Kalau sebelumnya saya cenderung cuek soal penampilan dan kesehatan, kini saya sangat memperhatikan asupan makanan, olahraga, dan perawatan kulit. Saya sadar, apapun investasi diri yang saya lakukan saat ini, akan memberikan manfaat di kemudian hari. Memasuki usia 30 ini  saya mulai sering mamatut diri di cermin, memeriksa,kulit wajah yang manakah yang membutuhkan perhatian ekstra.  Mulai rajin berolahrga, selain untuk membentuk tubuh, juga sadar bahwa kemampuan metabolisme yang menurun. 

2. Memanfaatkan kesempatan apapun yang dimiliki
Karena saya menyadari waktu sendiri semakin sempit, juga jatah hidup yang semakin berkurang, saya semakin cepat mengambil keputusan dan kesempatan untuk meningkatkan diri. Prinsipnya, saya ingin menjadi versi terbaik diri saya, dan hitung-hitung menjadi calon istri dan ibu yang berkualitas pula. Mulai ikut kelas ini dan itu, mengikuti pelatihan pengembangan diri, bergabung di komunitas, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dan banyak hal lainnya. dan ternyata itu semua membuat hidup saya semakin seru dan menyenangkan. Semakin sempit waktu yang dipunyai untuk sekedar tenggelam dalam kegalauan. 

 Poin 3 - 10 dilanjut di tulisan berikutnya ya. 
Stay Tune!
....bersambung

#30Dayswritingchallenge
#30dwcjilid5
#day23
#squad1
Share:

No comments: