Discovering WHY


Sumber Gambar
Pada tulisan sebelumnya saya menceritakan tentang pentingnya memiliki WHY dalam apapun yang kita lakukan. Bagi yang baru memasuki usia tiga puluh seperti saya, meninjau kembali tujuan hidup merupakan hal penting. Menurut psikolog, pada masa ini manusia mulai menyadari bahwa waktu yang ia miliki terbatas. Dan sudah bukan saatnya lagi bermain-main dan membbuang waktu melakukan hal yang tidak bermakna. Pada masa ini pula, kemapanan hidup adalah sesuatu yang dirasa makin dibutuhkan. Beruntunglah yang sudah mapan sebelum usia 30, namun bagi yang belum jangan khawatir. Belum terlambat melakukan tindakan untuk melesatkan hidupmu. 

Mengapa kita melakukan ini dan itu? Apasaja yang sudah diraih? Apalagi yang ingin dicapai dalam hidup?   Temukan WHY kehidupanmu, dari apapun yang sedang kamu lakukan sekarang. Ada banyak yang harus dipersiapkan untuk masa depan. Karena usia manusia terbatas, maka tujuan yang jelas akan membantumu menjadikan hidup lebih bermakna. 

Menemukan WHY ini sebenarnya susah-susah gampang, membutuhkanmu untuk lebih peka ada perasaan. Bukan sekedar menggunakan pikiran, namun juga bermain dengan hati sendiri. Bagi saya, menemukan WHY membutuhkan dua formula sederhana: KENAL dan TANYA. 

1. Kenali Dirimu
Sudah hidup lebih dari tiga puluh tahun, masih belum kenal diri sendiri? Kita mungkin mengenal diri kita dengan baik, tapi sebenarnya kita memiliki blindspot tentang diri sendiri. Yang saya maksud mengenal diri disini adalah mengenal potensi, bakat, kelebihan dan kelemahan diri. Ada banyak jenis uji pengenalan diri sendiri seperti talent mapping, STIFIn, MBTI Test, dan banyak personality test lain yang cukup terkenal. Usahakan jangan menggunakan tes-tes internet yang bersifat gratisan. Kalau kamu ingin hasil akurat dan kesempatan berkonsultasi, gunakan tes berbayar, anggap ini investasi buat pengembangan dirimu. 

Jika kamu sudah pernah melakukan tes serupa, lihat lagi hasilnya. Pahami lagi apa yang menjadi bakat dan kemampuanmu. Fokus pada pengembangan kelebihanmu, bukan hambatannya, bukan pula pada kekurangan yang kamu miliki. Bakat dan kemampuan ini sejatinya adalah anugerah Tuhan. Dan salah satu bentuk mensyukurinya adalah dengan mendayagunakannya. 

Saya sendiri mengikuti tes STIFIn, dan akhirnya mengerti apa yang saya anggap sebagai kekurangan selama ini, adalah anugerah yang Tuhan berikan buat saya. Jika kamu sudah tahu dan sadar akan bakat, kekuatan, dan kelemahanmu, selanjutnya tanya dirimu!

2.Tanya Dirimu 

Di tulisan sebelumnya saya menceritakan tentang bagaimana saya menemukan WHY dari hal yang saya sedang lakukan.  Saya bertanya dan terus bertanya pada diri sendiri hingga saya tidak bisa bertanya lebih jauh lagi. Keep asking yourself WHY until you can’t go any further. Tentunya ini bukan sekedar terus bertanya mengapa dan kenapa ya. Libatkan hatimu ketika bertanya. Apa yang kamu rasakan saat itu. Apakah jawabannya memiliki nilai? Apakah jawabannya membuatmu merasakan emosi tertentu? Jika perasaanmu datar-datar saja, atau kamu sama sekali tidak memiliki bayangan yang jelas tentang tujuan itu, artinya kamu belum menemukannya.

Ada banyak tips praktis di internet tentang menemukan WHY. Walaupun sebagian besar terkait dengan bisnis, namun relevan juga diterapkan bagi kehidupanmu. Saya berikan dua sumber yang menurut saya paling membantu. Siapa tahu ini pun akan membantumu juga. 


Selamat menemukan tujuanmu dan bersiaplah melesatkan kehidupanmu. 

#myfabulous30
#30dayswritingchalleng
#30DWCJilid7
#Day3
#Squad8



Share:

No comments: