WHY




Begitu bunyi pesan dari seorang kawan yang kala itu menceritakan pembelajaran yang ia dapatkan dari sebuah pameran seni yang digelarnya. Pembelajaran yang terus berulang kudapatkan dari banyak orang. Dari Mas Rezky #passionwriter yang mengampu program 30 days writing challenge, juga hari ini dari penulis yang aku kagumi, Bunda Asma Nadia. Aku yakin, bukan kebetulan kata-kata ini terus kudapatkan. 

Ada beberapa kejadian yang pernah kualami, yang kurasakan adalah pembelajaran tentang pentingnya sebuah alasan yang kokoh dalam melakukan apapun. Salah satu kejadian yang berkesan adalah ketika aku menjadi panitia sebuat training pengembangan diri. Aku menjadi penanggung jawab divisi registrasi, yang mana tugasnya adalah menindaklanjuti calon peserta yang sudah mendaftar. Tindak lanjut ini berupa menanyakan waktu membayar, mengingatkan untuk melengkapi persyaratan pendaftaran lainnya. Seringkali calon peserta yang sudah mendaftar tidak membalas pesan maupun mengangkat telepon dari panitia. Kadang, butuh waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk memastikan satu peserta melengkapi semua persyaratan. Setiap hari banyak calon peserta yang mendaftar, jadi tentu saja saya dan tim sibuk selalu. 

Ditengah padatnya aktivitasku yang lain, kondisi ini melelahkan sekali. Menghadapi peserta yang banyak excuse, yang sulit dihubungi, juga mempersiapkan kebutuhan lain sebelum training. Beberapa kali aku mengajukan keinginan mengundurkan diri. Tapi setiap kali pula aku menanyakan kembali pada diri, mengapa aku menjadi panitia? Bukankah memang aku punya banyak aktivitas? Bukankah dari awal sudah diingatkan oleh ketua, bahwa divisi registrasi adalah divisi yang sibuk setiap hari. Aku ingin menjadi panitia, karena ingin menjadi bagian dari tim yang mewujudkan pelatihan ini bagi orang-orang yang ingin menghadirkan perubahan dalam hidupnya. Aku ingin orang lain merasakan pengalaman berharga seperti apa yang aku rasakan.

Tapi, itu bukanlah WHY yang sesungguhnya. Deretan pertanyaan yang kutanya pada diri sendiri. , membantuku menemukannya
  • So WHY, pengalaman itu ingin aku bagikan ke orang lain? Karena aku ingin bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya dengan memperkenalkan dan mengajaknya ikut serta
  • Lalu, mengapa bermanfaat bagi orang lain penting bagiku? Karena aku  pernah mendengar hadist, bahwa sebaik-baik muslim adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dan aku ingin ini menjadi investasiku buat hari akhir kelak. Bila aku menjadi bagian dari panitia pelatihan ini, dan ada perubahan atau kebaikan yang dilakukan oleh peserta karena terinspirasi kegiatan ini, bukankah Allah juga menjanjikan kebaikan yang sama untukku?
  • Mengapa kebaikan itu jadi penting bagiku? Usiaku sudah 30, jatah hidup berkurang dan ada banyak kesempatan yang sudah kulewatkan dalam hidup. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan berkontribusi berbuat baik bagi banyak orang seperti ini.
  • Mengapa? Karena itu salah satu caraku untuk meraih ridha Allah, sumber dari segala kebahagian dunia dan akhiratku. 
Di saat-saat melelahkan selama menjadi panitia, aku mengingat kembali hari terakhirku sebagai peserta. Aku ingin banyak orang merasakan yang sama. Dapat mensyukuri hidup dan anugerah yang diberikan Allah dan melakukan yang efektif bagi meraih tujuan hidup. Aku menyadari, kebahagiaanku adalah ketika aku mampu berkontribusi, sekecil apapun itu, bagi hidup orang lain.

Ternyata menemukan WHY itu terjadi untuk segala sesuatu yang aku lakukan dalam hidup. Seperti, mengapa aku ingin menulis, mengapa aku bekerja, dan banyak hal lainnya. Ketika aku punya WHY yang kokoh, selalu ada cara untuk mengatasi semua aral yang melintang.

Jika sekarang kamu merasa buntu, tidak semangat melakukan dan menyelesaikan apapun yang sudah kamu mulai, bisa jadi kamu belum menemukan WHY yang jelas dan kuat. Seorang filosofi Jerman Frederick Nietzsche pernah mengatakan, "He who has a why can endure any how.WHY yang kokoh akan mendorong seseorang berani mengambil resiko dan menghadapi tantangan, tetap termotivasi meskipun berada dalam kondisi lemah, bertahan dalam kondisi apapun, tidak kalah dengan excuse. Dan ketika merasa lelah dalam perjalanan, WHY yang kuat dan jelas ini pula yang akan menjadi bahan bakar untuk tetap bergerak.

Jadi, sudahkah kamu temukan your strong WHY ?

#myFabulous30
#30dayswritingchallenge
#30DWCJilid7
#day2
#Fabulous30

Share:

No comments: