Writing is Sharing


Ada banyak hal di dunia ini yang bisa disyukuri. Bahkan pertemuan dengan siapapun. Dengan orang menyebalkan sekalipun. Ada makna yang terkandung didalamnya. Entah baik, entah buruk. Belajar caranya bersabar, belajar caranya menghadapi orang – orang yang aneh. Entah kenapa aku ingin menuliskan soal ini. Mereka bilang menulis berawal dari kegelisahan. Menulis adalah untuk memgekspresikan. Not try to impress someone.

Menyenangkan kalau bisa menulis apapun. Tapi semua akan dipertanggungjawabkan. Penting memastikan bahwa semua yang kutulis bermanfaat, bukan hal sia-sia, apalagi menyesatkan. Dan aku menyadari, bahwa sesungguhnya aku perlu berbagi, tentang cerita diri dan sekitarku. Bukan untuk membanggakan, bukan pula untuk berkeluh kesah tentang beragam masalah. Tapi bercerita pada orang lain, bahwa ada beberapa keadaan, kesulitan, atau keberhasilanku melewati suatu rintangan. Karena menyimpannya sendirian, bisa saja aku melupakan seperti apa perasaanku ketika mendapatkan pembelajaran kehidupan.

Aku teringat cerita seorang kawan. Biasanya ia selalu bersemangat dan punya pikiran-pikiran brilian. Seperti seorang coach bagiku. Tapi ada pula suatu masa, ia menghadapi musuh terbesarnya, diri sendiri. Kesulitan demi kesulitan ia hadapi. Penderitaan rasa memperbesar sudut gelap dari dirinya. Ia sibuk menyalahkan diri, membenci diri, dan berada dalam kesedihan selalu. Aku tidak tahu harus menolongnya bagaimana lagi, selain menjadi penyimak setia untuk setiap curahan hatinya. Karena bagiku, ini adalah antara dia dan dirinya. Kesedihan yang ia rasakan perlahan menggerogoti kehidupan pekerjaannya dan jalannya mencapai cita-cita untuk bersekolah ke luar negeri.

Aku membiarkannya menyepi dan menyendiri, mendekat pada Ilahi. Kurasakan ia fokus pada suatu hal, dan mengabaikan penyebab kesedihan itu datang. Suatu hari ia berbagi, betapa bahagianya ia hari itu. Begitu banyak agenda di hari-hari ke depannya. Ia merasa semakin bersemangat. Dan berhasil menyelesaikan banyak hal dalam satu minggu terakhir. Aku seperti melihatnya menyeruak. Berhasil melawan diri sendiri, lalu menyeruak dari kolam kesedihannya. Ia hanya sekedar berbagi, karena ia tak tahu harus menyalurkan kebahagiaan itu pada siapa lagi. Tapi mungkin tak ia sadari, ia telah ikut menginspirasiku, menularkan semangatnya padaku.

Aku menyadari, berbagi kisah melalui tulisan bukan sekedar melepaskan perasaan sedih atau bahagia tak terkira. Tapi kita tak akan pernah tahu, seperti apa dampaknya bagi orang lain. Kalau ada yang mendapatkan manfaat, bukankah sudah dicatatkan kebaikan bagi kita. Kalau pun tidak, adakah ruginya menulis? 
 
Selamat pagi, selamat berbagi :)
  
#Day12
#30DWCJilid7
#Squad8

Share:

No comments: